Home / Lifestyle / Ciputra Artpreneur Pentaskan Panembahan Reso Karya WS Rendra
Sejumlah seniman pendukung pementasan Panembahan Roso karya WS Rendra menggelar jumpa pers di Ciputra Artpreneur Jakarta (5/11) : foto/alfa

Ciputra Artpreneur Pentaskan Panembahan Reso Karya WS Rendra

Pertunjukan seni karya WS Rendra seperti Panembahan Reso bagaikan menyaksikan drama kekuasaan dengan permainan atau intrik yang menyertainya. Kisah ini merupakan karya Rendra yang merefleksikan bagaimana disuatu pemerintahan.

Perebutan kekuasaan diraih dengan cara licik dan penuh darah. Demi kekuasaan, anak-istri, saudara, dan sahabat pun dikorbankan.

Pementasan itu digelar BWCF Society dan Ken Zuraida Project. Bekerjasama dengan Ciputra Artpreneur untuk menghidupkan kembali mahakarya WS Rendra. Sosok dikenal sebagai dramawan Indonesia yang melegenda dengan ribuan sajak dan pertunjukan lakon budaya. Pertunjukkan tersebut digelar 25-26 Januari 2020 mendatang.

Sebelumnya Panembahan Reso dipentaskan pada tahun 1986 atau 34 tahun lalu. Dengan durasi sepanjang 7 jam di Istora Senayan. Saat itu, pagelaran berhasil mengumpulkan sekitar 30 ribuan penonton.

“Dulu digelar di Istora dan beberapa bulan sebelum pentas, tiket sold out,” ungkap istri mendiang Rendra, Ken Zuraida di Jakarta Selatan (5/11) 2019.

Panembahan Reso pertama kali dipentaskan Bengkel Teater pada 26-27 Agustus 1986 lalu. Sebagai kritik budaya WS Rendra terhadap praktik-praktik kekuasaan rezim orde baru yang represif terhadap masyarakat.

Panembahan Reso merupakan epos yang merefleksikan betapa hasrat membabi buta terhadap kekuasaan. Selalu menimbulkan aspek-aspek delusional terhadap seorang pemimpin dan pengikutnya.

Pada pementasan kali ini, durasi teater Panembahan Reso dipangkas hanya menjadi tiga jam lamanya.

Sejumlah pengamat budaya mengatakan, Panembahan Reso mampu membedah secara dalam watak dan psikologi seorang pemimpin. Pemimpin yang kehilangan kontrol terhadap akal sehat dan terseret ke ilusi-ilusi pribadi.
Panembahan Reso akan dipentaskan dan didukung gabungan seniman teater, tari, musik yang berasal dari Solo, Yogyakarta, dan Jakarta.

Disutradarai Hanindawan dan asisten sutradara Sosiawan Leak. Para pemeran utama seperti Sha Ine Febriyanti, Whani Darmawan, Ucie Sucita, Sruti Respati, Ruth Marini, Maryam Supraba, Gigok Anugoro, Jamaludin Latif, dan Dimas Danang Suryonegoro. Serta puluhan pemain teater lainnya. Selain itu, pementasan ini didukung pula oleh penata musik, penata tari, penata cahaya, penata set & artistik dan penata suara.

Kerja kolaborasi seniman antar kota yang berpusat di Solo dalam proses kreatifnya ini, telah dimulai sejak Maret lalu. Pementasan ini diharapkan mampu menyuguhkan sebuah tontonan yang menarik dan berkualitas dalam durasi pertunjukan selama tiga jam.

Kekuatan musik dalam format semi orchestra yang didukung oleh 15 pemusik, akan menghadirkan dinamika komposisi yang bertolak dari musik-musik nusantara. Begitu juga dengan koreografi tari kontemporer, yang juga akan dibawakan oleh 20 penari.
Sedangkan set artistik terdiri dari tangga-tangga berupa undakan kayu.

Memenuhi seluruh area panggung dengan ornament-ornamen instalasi seni rupa sebagai penguatan suasana di tiap babak, dan cahaya menjadi sangat penting.

Panggung juga akan dilengkapi dengan multimedia yang menjadi faktor utama dalam pementasan ini. Beberapa adegan akan diperkuat dengan siluet dan unsur-unsur animasi. Berbagai inovasi kreatif akan bermunculan dalam garapan pementasan ulang naskah Panembahan Reso ini. (alfa/vlo)

About admin

Check Also

Imaji Xinjiang

 DAHLAN ISKAN Ini Las Vegas. Bukan. Ini Wyoming. Bukan. Ini Idaho. Bukan. Ini Xinjiang. Betul. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *