Home / Lifestyle / Utamakan ASI, Perlakukan Susu Formula Sebagai Obat

Utamakan ASI, Perlakukan Susu Formula Sebagai Obat

Air susu yang diproduksi secara alami oleh tubuh, memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tumbuh kembang bayi, seperti vitamin, protein, karbohidrat, dan lemak. Komposisinya pun lebih mudah dicerna ketimbang susu formula.

“Kolostrum, kelenjar susu awal setelah 0 hingga 7 hari kelahiran bayi pun isinya 80 persen perlindungan terhadap antibodi. Selanjutnya beralih ke laktosa, protein dan lainnya,” ungkap Dokter Klinik Laktasi Siloam Hospitals Lippo Village, Fransisca Handy dalam Healty Talk di Auditorium Siloam Hospitals Lippo Village, Sabtu (3/8/2019).

Oleh sebab itu, pentingnya Ais Susu Ibu (ASI) tidak dapat digantikan oleh susu jenis apapun. Bahkan, menurut Fransisca, susu formula (sufor) harus diperlakukan sebagai obat.

“Harus ada resepnya, dosisnya hingga durasinya dan diberikan saat ada indikasi medis. Misalnya, anak bayi yang kekurangan gula darah diberikan sufor selama sebulan. Prinsipnya sufor harus sesuai izin dokter dan tidak boleh dibeli bebas,” tegasnya.

Terlebih untuk bayi prematur, ASI sangatlah penting. Hanya saja masyarakat belum pahami kendala mengapa ASI dirasa belum keluar, padahal ASInya ada. Kemudian dukungan layanan kesehatan dan orang-orang sekitar agar sang ibu berhasil menyusui tak kalah penting.

“Suami khususnya harus mempelajari apa saja yang harus disiapkan. Apalagi usai melahirkan itu ibu sangat merasa lelah, secara fisik dan emosi. Suami harus menjadi benteng dengan peranan sosok ayah yang sangat penting,” bebernya.

Selain itu layanan kesehatan juga harus memadai untuk mendukung ibu berhasil menyusui. Contohnya persiapan dari kehamilan, saat persalinan, rawat gabung dan bisa mendampingi saat bayi rewel serta ibu kesulitan memposisikan. Karena kegagalan biasanya banyak dirasakan saat awal kehidupan.

Sementara Dokter Gigi Siloam Hospitals Lippo Village, Meltharyna menambahkan dari sisi kesehatan gigi, diketahui paling banyak anak sakit gigi karena meminum susu dengan dot.

“Terutama saat anak sedang tidur. Karena susu akan tergenang, kuantitas air ludah saat tidur berkurang dan mengakibatkan proses pembersihan mulut tidak ada, sehingga mulut menjadi asam dan menyebabkan berlubang,” imbuhnya. (lis)

About admin

Check Also

Seniman Berkebutuhan Khusus Pamer Lukisan di Ciputra Artpreneur

  JAKARTA – Sebanyak seratus karya seni lukisan menghiasi galeri Ciputra Artpreneur pada 27 Agustus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *