Home / Nasional / DMI; Pengurus DKM Jangan Pernah Jenuh

DMI; Pengurus DKM Jangan Pernah Jenuh

TANGSEL-Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangsel menghadirkan 108 pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se Tangsel. Achievement Motivation Training “Mantapkan Akselerasi Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid” berlangsung di resto kawasan Serpong.

Ketua DMI Kota Tangsel Heli Slamet menyampaikan DKM jangan pernah jenuh dan lelah dalam mengurus masjid. Kendati rasa jenuh dan bosan bagian dari manusia. Tapi perlu di atasi dengan kiat-kiat jitu.

“Menyemangati para pengurus DMI dan DKM jangan sampai semangat menurun. Kita terkadang sebagian manusia dalam memakmurkan melemah. Buktinya kita cuek dengan jumlah jamaah stagnan. Dengan program-program hanya sederhana,” katanya.

Perlunya melakukan mobilisasi masjid tujuanya supaya fungsinya tercapai. Bagaimana menjadikan masjid bersih secara lahir dan manawi (batin). Bersih secara lahiriah melalui fisik nyaman, ber AC, ramah lingkungan. Serta nyaman bagi jamaah kendati ada perbedaan dari gerakan salat. Itu tidak masalah.

Ketua DMI Tangsel Heli Slamet

Masjid sebagai fungsi dakwah. Masjid menjadi menara gading. Tapi bagaimana masjid dapat masuk ke ruang keluarga. Ada yang sakit dikunjungi termasuk bagi warga jarang ke masjid dikunjungi. Termasuk yang disabilitas. Semua dapat diakomodir.

Fungsi masjid sebagai tarbiyah atau pendidikan. Masjid sebagai open university dan pesantren. Masjid menyediakan pengajian buat anak dan ibu-ibu di luar TPA harus ada 10 kali dalam seminggu.

Masjid berfungsi sebagai sosial. Kita makmurkan betul tetapi masjid harus intervensi lingkungannya. Pakai uang masjid boleh. Bukan cuma sembako saja. Di masjid ada zakat, infak dan lain-lain. Jangan sampai di lingkungan ada yang kelaparan dan dibiarkan saja. Sementara ada perputaran uang di masjid.

Fungsi sebagai ekonomi bagaimana masjid memiliki kemandirian misalnya koperasi, minimarket dan lain-lain selama itu syar’i supaya masjid lebih percaya diri. Sehingga imam, marbot dan pengurus masjid sejah tera.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie dari berbagai golongan etnis, suku dan budaya diikat dalam DMI dalam sekala kecil. DMI diikat dalam Kebhinnekaan Tunggal Ika dalam sekala besar. Ini semua menjadi harmonis.

“Pentingnya ulama dan Umaro harus bergabung. Perlu ada keseimbangan dalam pembangunan karakter untuk generasi ke depan,” katanya.

Hadir WalikotaTangsel Airin Rachmi Diany, Ketua Kemenag Kota Tangsel Abdul Rojak dan motivator Tb Wahyudi (ane).

About admin

Check Also

Pokja Wartawan Tangsel Gelar Buka Puasa dan Santunan Anak Yatim

Mengusung tema “Raih Kemenangan di Bulan Penuh Berkah”, Pokja Wartawan Harian Tangerang Selatan kembali menggelar santunan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *