Home / Pemerintahan / Dishub Kabupaten Tangerang Tindak Tegas Ratusan Truk Yang Langgar Perbup
Kepala Dishub Kabupaten Tangerang, Bambang M S

Dishub Kabupaten Tangerang Tindak Tegas Ratusan Truk Yang Langgar Perbup

KABUPATEN TANGERANG-Hampir berjalan sebulan semenjak diberlakukannya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 47 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Jam Operasional Angkutan Bermuatan Berat, sebanyak 130 kendaraan yang sudah ditindak peminilangan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, Jumat (11/1/2019).

Kepala Dishub Kabupaten Tangerang, Bambang M S mengatakan, ini terjadi karena tidak adanya sinkroninasi antara Pemerintah Daerah Kabuten Bogor dan Kabupaten Tangerang.

“Di Bogor itu masih semrawut, tidak adanya jam operasi dan kepastian hukum disana. Adanya juga Surat Keputusan Bersama (SKB) dan yang tanda tangan hanya Camat kemudian juga pengusaha tambang, pengusaha transporter. Itu namanya bukan legalitas aturan, camat tidak bisa menetapkan jam operasi jalan. Itu urusan Dishub,” jelasnya.

Masih kata bambang, truk tanah yang masuk juga bukan hanya dari Bogor. Namun dari Kabupaten Tangerang sendiri pun ada. Beliau mengatakan ada 41 titik galian yang ada di Kabupaten Tangerang.

Dishub Kabupaten Tangerang pun sudah memasang posko atau pengamanan untuk mencegah para truk tersebut masuk. Ada 10 titik pengamanan yang di pasang.

“Pertama di Legok, kemudian di perbatasan Kota Tangerang ya di Benda Kosambi sana. Kemudian Cisoka, Pasarkemis, depan gerbang Pemda Tigaraksa, Cisauk, Sepatan, daerah Kresek,  Kronjo, dan lain lain lah pokoknya ada 10an kurang lebih,” sambung Bambang.

Bambang menambahkan, bahwa memang sudah ada beberapa yang mematuhi namun masih ada saja yang mendesak untuk masuk.

“Akhirnya saya jawab ke Kapolsek Parung Panjang saya tidak bisa mengijinkan masuk. Dan yang bisa kasih diskresi adalah yang mentanda tangani Perbup,” tambahnya.

Bambang berharap agar Kabupaten Bogor membuat jam operasi demi menyingkroninasi peraturan yang ada di Kabupaten Tangerang. Karena kalau hanya dengan SKB tidak punya dasar hukum yang kuat.

“Saran saya Tangerang Raya sudah punya jam operasi. Tidak hanya Kabupaten tapi juga Kota dan Tangsel, nah ini Bogor harus menyesuaikan. Kalau seperti ini kan truk-truk yang dari Bogor itu ngga punya kepastian hukum, jam berapa mereka boleh beroperasi gitu kan. Sedang SKB yang mereka buat di langgar kok. SKB kan ngga bisa maksa tapi Perbup bisa memaksa,” tutupnya. (Yan)

About admin

Check Also

Imaji Xinjiang

 DAHLAN ISKAN Ini Las Vegas. Bukan. Ini Wyoming. Bukan. Ini Idaho. Bukan. Ini Xinjiang. Betul. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *