Home / Nasional / Gerakan Masjid Bersih Bareng Unilever

Gerakan Masjid Bersih Bareng Unilever

 

TANGSEl-Sedikitnya ada 100 marbot masjid mengikuti kegiatan “Training of Trainers Marbot Bersih-Bersih Masjid Kota Tangsel”. Acara digelar pada Rabu (8/8) di Masjid Al Is’tishom lingkungan Pemkot Tangsel kerjasama dengan Dewan Kemakmuran dan Unilever Indonesia.

Ketua DMI Kota Tangsel, Heli Slamet mengutarakan harapan yang ingin dicapai dari kegiatan ini untuk mengajarkan keterampilan bagi marbot tentang bagaimana cara membersihkan masjid utamanya toilet. Tempat yang tadinya bau menjadi wangi, tempat yang biasanya kotor menjadi bersih.

“Karena pandangan orang akan melihat  toiletnya terlebih dahulu bersih atau tidak. Jika bersih pasti ruangan-ruangan yang lain pun pasti akan bersih. ToiletToilet menjadi tolok ukur,” katanya.

Bersih-bersih toilet diperlukan teknik. Maka perlu diberikan teori agar saat membersihkan lebih tepat dan efektif. Misalnya takaran cairan pembersih dan alat-alat yang digunakan harus sesuai. Tentu berbeda saat membersihkan keramik dengan granit atau marmer.

“Bagaimana cara memembesihkan keramik, bagaimana cara membersihkan granit dan marmer agar sesuai dengan teknik dan hasil yang sempurna. Itu membutuhkan ilmu. Maka digelarnya edukasi bagi marbot ini memberikan banyak manfaat,” imbuhnya.

Acara ini dapat berjalan selain DMI dan Unilever didukung oleh Bina Masyarakat Peduli (BMP). Usai diberikan pelatihan, tahap selanjutnya akan memberishkan seluruh masjid yang jumlahnya sesuai dengan markot hadir dalam pelatihan. Setiap pekan diperkirakan akan dikerjakan empat atau lima titik dibantu oleh para jamaah.

“Dari seratus masjid ini per Sabtu bisa dikerjakan sebanyak empat masjid secara bersamaan dalam satu hari. Tenaganya dari BMP, DMI dan jamaah. Prioritasnya toilet  agar bersih dan suci. Masih-masing masjid mendapatkan peralatan dan cairan pembersih,” jelas ia.

Yang lebih berbahanya jika kamar mandi kotor, untuk ibadah salat tidak akan sah. Bersih pun jika belum suci tidak salah untuk salat. Maka harus dijaga sebersih dan sesuci agar jamaah salat di masjid amal ibadahnya diterima Allah SWT. “Jangan sampai hal yang najis terinjak-injak dan menyebabkan jamaah semasjid tidak salah karena terkena kotoran. Inilah menjadi sangat penting,” tambah ia.

Sementara mengapa melibatkan jamaah atau masyarakat, untuk mengedukasi bahwa kebersihan di masjid bukan hanya marbot. Tapi kepada semua masyarakat. Dengan terbiasa masyarakat membersihkan masjid maka, akan membangun kebiasaan dirumah selalu bersih dan rapih.

“Tujuan melibatkan jamaah supaya memiliki efek di rumah masing-masing tidak nyaman dengan hal yang kotor. Jika melihat ada yang kotor segera dibersihkan. Pada akhirnya pembentukan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat dapat tercapai,” tuturnya.

Tirmizi Abdul Mujid salah satu murid syekh Maliki Mekeh menyampaikan pokok-pokok fiqih toharoh. Dalam paparanya menyampaikan betapa pentingnya markot peduli terhadap masjid. Banyak keutamaan-keutamaan memberishkan masjid sebagai rumah Allah untuk beribadah salat lima waktu dan aktivitas kemagamaan lainnya. (ana).

About admin

Check Also

PT IKPP Salurkan Hewan Kurban Pada Pokja Wartawan Tangsel

  TANGSEL-PT Indah Kiat Pulp and Paper Tangerang Mill serahkan hewan kurban kepada Kelompok Kerja …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *