Home / Politik / Nyaleg 2019, Idrus Asenih Rela Tinggalkan Jabatan Lurah

Nyaleg 2019, Idrus Asenih Rela Tinggalkan Jabatan Lurah

TANGSEL-Sejak 16 Juli, lalu Lurah Pisangan Idrus Asenih tak lagi berkantor, hal ini seiring dengan dirinya mencalonkan diri maju dalam pemilihan legislatif 2019 mendatang. Idrus Asenih maju bersama Partai Golkar.

Irdus Asenih lebih kurang selama 17 tahun lamanya menjabat sebagai kepala desa dan berganti status menjadi kepala kelurahan seiring lahirnya Kota Tangsel. Ketokohan dirinya, di Pisangan Kecamatan Ciputat Timur tidak diragukan. Bahkan meski sudah mengundurkan diri sebagai lurah, masih banyak warga, kerabat dan kolega memanggil dirinya pak lurah. Tentu karena memang kedekatan dengan warga sudah melekat berlangsung cukup lama.

“Mulai tidak aktif sejak 16 Juli, ketika surat pengunduran diri diajukan dan diterima oleh Kabag Pemerintahan. Selanjutnya diberikan tanda terima surat pengunduran diri Kabag Pemerintahan, pada tahap berikutnya Kabag Pemerintahan mengeluarkan Surat Keterangan pemberhentian sebagai lurah. Hal ini seiring dengan pencalonan ke pileg tahun depan. Mudah-mudahan diberikan kelancaran dan mohon doa restunya,” katanya.

Alasan ingin meju ke legislatif, terdorong semangat ingin selalu berbuat baik, berkarya dan turut mengabdikan diri dalam pembangunan kota yang dicintai ini Tangsel tetap terwujud. Wajar saja puluhan tahun menjabat lurah tentu jiwanya sudah dikorbankan bukan hanya untuk keluarga sendiri tapi untuk masyarakat serta lingkungan.

“Selagi masih sehat, diberikan kekuatan oleh Allah SWT ingin terus mengabdikan diri ini untuk membangun Tangsel. Ingin terus berbuat baik kepada masyarakat yang lebih luas. Kalau dulu hanya Pisangan mudah-mudahan nanti seluruh masyarakat Tangsel,” tambahnya.

Arah visi dan misi, hal yang menjadi prioritas sebagai wakil rakyat tentu akan menyampaikan suara rakyat. Apa yang menjadi kendala, atau persoalan di lapangan baik soal perekonomian, pembangunan, kesehatan dan semua yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Hal itu akan dilakukan untuk kemakmuran masyarakat.

“Pertama bagaimana sebagai dewan dapat menyalurkan aspirasi masyarakat. Bukan hanya itu saja,  memprioritaskan serta mengoptimalkan kondisi perekonomian, kesehatan, sosial, pemerintahan dan apapun yang dibutuhkan oleh masyarakat bakal dibahas di dewan,” tukasnya.

Sementara alasan mengapa bergabung dengan partai Golkar. Pria yang hobi membaca ini mengaku sejak dirinya menjabat RW di lingkungan pada usia 28 atau sekitar tahun 1985 telah menjadi pengurus Partai Golkar. Tentu memahami dan tidak asing bagi dirinya dengan Golkar maka dari itu pilihan partainya pun akan tetap di Golkar.

“Sejak masih muda bersama Golkar bahkan pernah menjadi pengurus saat itu. Sekarang kembali lagi untuk menapaki tangga menuju DPRD Tangsel. Selalu optimis Insya Allah semoga diberikan kemudahan jalan,” doanya.

Sementara itu penganti Idrus Asenih, di jabat oleh Pelaksana tugas (Plt)  Tin Kartiyantie yang juga menjabat sebagai Kasi Kesos Kecamatan Ciputat Timur. (ana).

About admin

Check Also

Jika Terpilih, Zaki-Ombi Janji Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan

KABUPATEN TANGERANG-Ekonomi kerakyatan merupakan salah satu unsur penompang perekonomian di wilah Kabupaten Tangerang, dengan demikian, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *