Home / Uncategorized / Dai Tapal Batas di Latih Kewirausahaan
Dai Tapal Batas: Dompet Dhuafa menggelar Training Dai Pemberdaya .Peserta dibekali manajemen dakwah hingga kewirausahaan

Dai Tapal Batas di Latih Kewirausahaan

TANGSEL -Program dakwah nasional Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) menggelar program Dai Tapal Batas. Program itu bertujuan untuk menciptakan ekosistem masyarakat muslim yang islami di sejumlah daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdalam) Indonesia berdasarkan kearifan lokal wilayah.

Koordinator Cordofa Hardy Agusman menuturkan, dai yang ditugaskan di wilayah marjinal dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Dai Tapal Batas harus berperan sebagai dai pemberdaya. Dai tidak hanya berdakwah di atas mimbar, tapi juga dakwah transformatif yang menyentuh seluruh aspek kebutuhan dasar masyarakat seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial,” tuturnya di Tangerang Selatan Minggu (6/5)

Hardy menyampaikan untuk mewujudkan agenda tersebut Cordofa telah mengadakan pelatihan untuk dai yang akan berkhidmat di tapal batas. Agar memahami konsep pemberdayaan masyarakat.

“Pada pekan lalu, selama enam hari, Cordofa memberikan pembekalan untuk Dai Tapal Batas melalui Training Dai Pemberdaya (TDP) di Bintaro. Para dai juga melakukan visitasi ke kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa di Bogor, untuk melihat langsung pemberdayaan masyarakat berbasis kawasan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Hal ini merupakan upaya Cordofa dalam membentuk dai yang dapat menjawab tantangan dakwah di tapal batas,” imbuhnya.

Sementara Fajar Shofari Nugraha selaku penanggung jawab Capacity Building Cordofa menambahkan, “Materi yang diberikan kepada para dai menyesuaikan dengan kebutuhan wilayah penugasan secara umum, seperti Fiqh Zakat, Spiritualitas Dai, Dakwah Transformatif, Konsep Pemberdayaan, Manajemen Dakwah, Manajemen Komunitas, Manajemen Kebencanaan, PRA, Matriks Perencanaan Program (MPP), Rencana Tindak Lanjut (RTL), Dasar-dasar kewirausahaan, Trauma Healing, dan lainnya,” ucapnya.

Training Dai Pemberdaya (TDP) diikuti oleh sepuluh dai dari berbagai titik nusantara, yakni Amas Muda Lubis (Nias), Sakirman Ramli (Kepulauan Mentawai), Muhammad Rizki (Suku Sakai, Riau), Arlan Syahrudin (Suku Akit, Riau), Zamzami (Suku Anak Dalam, Jambi), Ahmadiy (Gunung Kidul, Yogyakarta), Damarsono (Kawasan Kokap, Yogyakarta), Wasiran (Kawasan Rongkop, Yogyakarta), Robbi Darwis (Kutai Barat, Kaltim), dan Muhammad Khalimi (Merauke).

Hardy berharap pasca pelaksanaan TDP ini, dai dapat menerapkan ilmu yang telah Cordofa berikan selama pembekalan. Supaya terwujud masyarakat Indonesia di daerah 3T yang berdaya pada seluruh aspek kehidupan.(vlo)

About admin

Check Also

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *