Home / Nasional / Kemenpar Dukung Kuliner Daerah Bertaraf Global

Kemenpar Dukung Kuliner Daerah Bertaraf Global

Tanjung Kelayang, Belitung, Provinsi Bangka Belitung sudah ditetapkan pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pembenahan infrastruktur daerah didukung pemerintah pusat termasuk mempromosikan kuliner Belitung.

“Untuk pariwisata di Indonesia akan membuat kuliner itu memiliki standar global. Kita akan kemas seperti Bali, Bandung, Jogja, Solo, Semarang, dan daerah lainnya,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya dalam Jumpa Pers The 4th International Day of Yoga Celebration in Indonesia, di Gedung Sapta Peson, Senin (30/4).

 

KEK Tanjung Kelayang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2016, pada 15 Maret 2016, dengan luasan 324,4 ha.

Belitung Maritime sebagai konsorsium pengelola KEK Tanjung Kelayang beranggotakan 5  (lima) perusahaan yaitu:  PT Belitung Pantai Intan (Belpi), PT Bumi Belitung Indah, PT Nusa Kukila, PT Tanjung Kasuarina, dan PT Sentra Gita Nusantara.

Kawasan Tanjung Kelayang akan dibangun secara bertahap, dengan dilandasi oleh konsep “heritage”.

Tahap pertama dibangun The Kapitein House resort, dengan target beroperasi 17 Agustus 2018, bertema Indonesia Heritage at Dutch Era. Luasnya mencapai  7,4 hektare. Selanjutnya di tahap kedua akan dibangun dengan konsep Kota Agung yang Sirna, berdesain Majapahit Heritage seluas 25,38 hektare.

Dijelaskan Arief selain mendukung KEK pariwisata selain kuliner akan mengikuti. Misalnya yang dilakukan Belitung yang terus mempromosikan Gangan laut menjadi salah satu kudapan khas Belitung.

Makanan tersebut lajim disajikan tatkala menyambut tamu tamu terhormat oleh orang orang Belitung pada zaman dahulu. Akan tetapi belakangan bisa dinikmati  di berbagai restoran yang ada seperti salah satu sajian wajib Hotel Bahamas.

Menurut Chef Hotel Bahamas Herlina racikan rempah bumbu yang membuat lezat makanan. Kudapan yang terbuat dari bahan dasar kepala ikan “Ketarap” nama lokal di Belitung ikan karang sejenis kerapu berwarna kehijauan.

Untuk membuat Gangan, yang dipakai khusus kepala saja sementara badannya diolah menjadi sosis atau bakso ikan.

Alasanya karena kepala ikan dianggap memiliki tulang lebih banyak. Kari tulang akan keluar ketika dimasak yang akan menambah sensasi rasa hidangan Gangan.

Untuk bumbu terdiri dari bawang merah, kemiri, lengkuas, cabe rawit, asam Jawa, gula, terasi, garam dan nanas mengkal. Bumbu semua dihaluskan lalu dimasukkan ke dalam air yang sudah mendidih, perlahan ikan ketarap juga dimasukkan sampai mendidih.

Setelah hampir matang, nanas yang sudah dipotong ukuran 2 cm dimasukkan ke dalam olahan yang sudah hampir matang. Kira kira 15-20 menit ikan di atas api, kudapan Gangan laut siap dihidangkan.

“Bila ingin masak tapi tidak ada ikan ketarap atau rempah kuning, kami juga sering menyajikan Gangan ini dengan bahan dasar ikan kue. Karena selain harga bahan dasar Ketarap agak mahal, ikan ini juga mulai sulit didapat oleh nelayan,”jelasnya.

Akan tetapi jika pengunjung hotel meminta menu spesial tersebut, pihaknya memastikan untuk menyajikan. Karena menu tersebut menjadi salah satu menu terfavorit yang selalu ada di Hotel Bahamas, untuk memanjakan lidah wisatawan baik yang menginap atau pun yang hanya spesial datang untuk menikmati kuliner yang menjadi khas Belitung tersebut.

Sebagai perbandingan, harga ikan Ketarap dari nelayan bisa 100 ribu/kg, sementara ikan kue relatif lebih murah diharga 50-60 ribu per kilogram. (vlo)

About admin

Check Also

DMI; Pengurus DKM Jangan Pernah Jenuh

TANGSEL-Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangsel menghadirkan 108 pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se Tangsel. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *