Home / Bisnis / Ratusan UKM Dibekali Akuntansi

Ratusan UKM Dibekali Akuntansi

TANGSEL-Banyak probelmatika dialami UKM mulai dari permodalan, pemasaran, produksi sampai pada akuntansi atau pembukuan. Kini Komunitas UMKM Sahabat Mandiri (USP) bersama Politeknik Keuangan Negara (PKN STAN) serta Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pondok Aren memberikan solusi.

Sabtu (3/3), dihadiri sekitar 100 lebih peserta, berlokasi di Kampus PKN STAN digelar workshop bertajuk “Cara Mudah Menyusun Laporan Keuangan dengan Smartphone”. Acara ini satu-satunya yang pernah digelar di Tangsel dalam bidang akuntansi bagi UKM.

Kepala KPP Pratama Pondok Aren Sunarko mengatakan ada banyak hal yang dapat diperoleh dalam momen penting ini. Dengan konsep saling dukung antar lembaga mewujudkan satu tujuan bagaimana UKM bisa berkembang dalam berbagai macam aspek salah satunya tentang pembukan. Demikian dengan instansi lain yang turut bersinergi dalam kegiatan ini masing-masing memperoleh hal positif.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dari masing-masing pihak saling bersinegeri. Bagi KPP yaitu kepatuhan wajib pajak. Bagi PKN STAN sebagai bagaian dari pengabdian kepada masyarakat dan bagi pelaku usaha untuk pengembangan usaha, mulai produksi, pengemasan dan pemasaran salah satunya adalah pembukuan,” katanya.

Paling tidak dengan workshop diikuti kurang lebih 100 peserta dapat membuka kelas khusus dalam bidang pembukuan. Tentu dalam menentukan tema melalui kajian apa yang menjadi kebutuhan UKM saat ini, entah tentang pemasaran, produksi dan lain-lain tapi akhirnya ditentukan persoalan tentang pembukuan jauh lebih penting.

“Kita berangkat dari belanja masalah. Kebutuhan UKM itu apa? akhirnya dibuat kelas seperti ini dengan materi pembukuan melalui android. Kelemahan UKM ada pada pembukuan. Terlihat penjualan banyak. Tapi belum tentu untung karena uang pribadi tercampur dengan usaha. Dengan ini dapat memisahkan mana uang usaha dan pribadi,” tuturnya.

Ini juga terintegarsi Surat Pemberitahuan  (SPT) tahunan sehingga tidak terlalu rumit-rumit melakukan pembukuan secara terpisah. Selain SPT juga ada hitungan  keuntungan bulanan dengan hitungan 1 persen menjadi wajib pajak. “Dengan konsep akuntansi online ini ada jurnal dan buku besar termasuk juga dipergunakan untuk menghitung keuangan rumah tangga bisa dengan ini, sampai pada usaha relatif paling kecil,” tambahnya.

Wajib pajak di Pratama Pondok Aren 280 ribu. Dari total itu, 30 persen diperkirakan badan usaha sedangkan 250 ribu sebagai besar karyawan pegawai negeri dan swasta serta pelaku usaha mandiri diperkirakan mencapai angka 60 ribu.

“Target tahun 2018 3,3 triliun sesuai syarat objektif dan subjektif. Tahun lalu Rp 2,7 triliun dengan demikian ada peningkatan 29 persen untuk itu kami kami upayakan berbagai cara. Di Banten ini pertumbuhan ditargetkan 29 persen cukup tinggi,” tuturnya.

Pemateri dari dosen KPN STAN Iin Khusnaini menjelaskan kunci keberhasilan UKM perlu memperkuat pola hitungan matang. Pasalnya kerap kali penjualan tinggi tak sebanding dengan penghasilan yang diperoleh bahkan terkadang malah merugi. Ini yang harus diperbaiki agar ke depan UKM di Tangsel tumbuh berkembang menjadi usaha besar.

“Hati-hati bisnis kita untung malah rugi karena pakai bisnis perasaan. Perlunya memperkuat strategi marketing. Untung tipis asalkan cepat,” pesan Iin.

Hadirnya Akuntansi UKM online sebagai aplikasi penyusunan laporan keuangan secara simpel. Mempermudah pelaku UKM dalam menghitung secara rinci. Bisa langsung di download di play store. Aplikasi ini menyediakan menu seperti hitungan pemasukan, pengeluaran, bayar hutang piutang, tambah modal, tarik modal, pengalihan asset, penyesuain dan lain-lain.

“Melalui apikasi ini UKM bisa lebih mudah menghitung pemasakukan dan pengeluaran sehingga dapat mengetahui berapa untung yang diperoleh dipotong dengan belanja bahan baku, dan lain-lain,” tambah ia.

Ketua USP Sodiqin menjelaskan target yang ingin dicapai UKM dapat memahami bagimana cara melakukan pembukuan dengan benar. Dengan pembukuan usaha akan jelas untung dan rugi, sehingga bisnisnya akan berjalan dengan sehat. Yang jelas hampir semua UKM terkendala dalam tataran pembukuan.

“Maka dengan alasan inilah kami membuka acara tentang penyusunan laporan keuangan karena yang dialami oleh kita semua UKM kendala soal itu. Target lain adalah bagaimana perlunya meningkatkan kesadaran wajib pajak sebagai warga negera yang baik,” tuturnya.

Komunitas USP berdiri sejak Juli 2016 lalu. Ke depan USP akan didirikan berbagai daerah pada masing-masing dibawah binaan KPP Pratama yang ada. USP Pondok Aren ini kali pertama di Indonesia bahkan tidak menutup kemungkinan akan menasional karena sebagai pusat.  Di KPP Pratama wilayah Banten saja saat ini sudah mendirikan USP.

Dalam acara itu, dimeriahkan pameran bazaar kuliner dan fashion. Cukup meriah acara berlangsung pagi hingga sore hari. Turut hadir Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat PKN STAN, Tanda dan pejabat lainnya.

Wakil Ketua USP Aries Harsiwianto mengungkapkan UKM banyak yang tidak melakukan pembukuan. Dengan upaya ini setidaknya memberikan solusi atas apa yang menjadi problem selama ini dialami UKM. “Kami membantu teman-teman UKM karena di pasar mereka dalam penjualan cukup bagus tapi belum berkorelasi dengan keuntungan,” tuturnya. (AN)

About admin

Check Also

7 Fotografer Meriahkan Lomba Foto Summarecon Serpong

Summarecon Serpong menghadirkan Pameran Fotografi 7Perempuan 7Rupa “Ekspresi Kebahagiaan di Usia 50+” oleh Fotografer Perempuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *