Home / Nasional / Tolak LGBT, Ratusan Ormas di Tangsel Siap Aksi
foto. net

Tolak LGBT, Ratusan Ormas di Tangsel Siap Aksi

 

TANGSEL-Ratusan organisasi masyarakat berencana gelar aksi tolak LGBT secara bersar-besaran. Rencana aksi digelar pada Minggu (11/2) titik kumpul masih tentatif. Aksi dilakukan bagian dari upaya menolak keras keberadan LGBT di kota bermoto cerdas modern dan religius.

Ketua Panitia Pelaksana “Tangsel Menolak LGBT” Arif Wahyudi mengaskan aksi besar pada Februari mendatang diselenggarakan oleh Forum Bersama Tangsel. Aksinya ini sudah mendapatkan dukungan sebanyak 109 ormas dan kemungkinan besar akan terus bertabah.

“Aksi besar Insya Allah Minggu 11 Februari namun sebelum melakukan aksi besar kami akan mengelar FGD akan dihadiri sekitar 150an anggota dari 100 ormas pada 20 Januari di Resto Remaja Kuring BSD Serpong dari pagi hingga pukul tiga belas siang,” kata Arif.

Diskusi bakal mengulas lebih luas dan mendalam tentang LGBT. Dampak-dampaknya untuk ketahanan generasi kedepan. Seberapa parah di tingkat Tangsel dan hal-hal lain yang mengkhawatirkan apabila dibiarkan tanpa ada perlawanan dari semua masyarakat, karena ini ancaman yang cukup berbahaya jika didiamkan maka perlu aka sikap yang nyata dan tegas.

“Bagaimana dan seperti apa LGBT akan dikupas secara mendalam oleh para pakar yang akan membahaskanya nanti melalui FGD sebelum aksi besar digelar,” tuturnya.

Arif memberikan 10 poin tentang persoalan LGBT dan dampak-damkpaknya ke depan seperti apa. Pendapat ini sejalan dengan praktik LGBT yang telah melenceng dari kodrat manusia normal. Poin pertama, problem umat itu banyak, dalam, kompleks serta dinamis. Itu semua akibat makar dari luar dan kelemahan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang.

Kedua hal ini terkait dengan penerapan aturan Islam saat ini banyak di wilayah privat, kecuali beberapa hal seperti lahir, nikah, mati dan waris. Aturan pidana Islam sangat penting belum bisa diterapkan.

Ketiga, berkenaan dengan penerapan pidana Islam pada dasarnya boleh diberlakukan di Indonesia, sebagaimana dinyatakan Bung Karno, yaitu melalui parlemen (UU). Bisa mengecek pernyataan Prof Mahfudh MD mantan ketua Mahkaman Konstitusi berbicara tentang LGBT.

Empat, dapat dipastikan bahwa LGBT adalah perbuatan rusak, yang dijanjikan adzab yang pedih. Pidana tehadap pelakunya dalam aturan Islam sangat berat, yaitu dijatuhkan dari tempat tertinggi (contoh Monas) dan ditimpakan batu kepadanya. Silakan cek ceramah ustad Abdul Shomad.

Sedangkan poin yang selanjutnya menjelaskan bahwa apakah hukuman tersebut bisa diberlakukan? Silakan lihat poin 3. Dan poin ke4, penanganan pola asuh dan pendidikan, bisa menjadi kebijakan publik yang mengikat, jika lihat poin 3. Serta poin ke tujuh, saat ini penanganan kedokteran dan psikologi terhadap “korban” LGBT adalah upaya darurat akibat belum adanya UU yang mengkriminalkan pelaku LGBT.

“Ke delapan upaya darurat tersebut tidak menjadi alasan untuk tidak mengupayakan adanya aturan yang mengkriminalkan pelaku LGBT dalam UU secara khusus dan secara umum mengupayakan UU yang mengakomodasi aturan Islam,” katanya.

Kesembilan, umat Islam yang mayoritas di Indonesia saat ini masih dikungkung aturan-aturan non Islami. Salah satu contohnya adalah definisi “Zina” yang tidak mencakup pelaku yang belum menikah. Saking sudah lama dan ketatnya aturan-aturan tersebut, membuat sebagian umat melupakan poin 3 di atas, dan menyibukkan diri hanya pada penanganan dari akibat-akibat ketiadaan UU yang mengakomodasi aturan Islam.

“Dan terakhir aturan-aturan anti LGBT berlaku di Brunei Darusdalam, Singapore, Rusia, dan Negara Bagian USA. Aturan itu juga prospektif diberlakukan di Indonesia, walau pun tentu ada pihak-pihak yang tidak suka,” tukasnya.

Sekretaris Majelsi Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel, Abdul Rojak mendukung rencana aksi besar-besaran itu. Dengan adanya aksi memastikan bahwa tidak ada tolerasi pratik LGBT atau komunitas LGBT di Tangsel, karena sudah melanggar kodrat manusia dan perusak generasi masa depan.

“Acara tolak LGBT adalah acara bersama ormasormas  se Tangsel. Tujuan acara tolak LGBT Ini adalah untuk mengingatkan  Masyarakat tentang bahaya LGBT, apapun dalihnya praktek LGBT adalah bertentangan dengan norma ajaran agama Islam dan berlawanan dengan kodrat manusia sehingga sangat berbahaya apabila masayarakat banyak yang ikut dalam kelompok LGBT ini. Acara tolak LGBT Ini juga ingin mengetuk hati Pemkot Tangsel dan DPRD Tangsel agar membuat regulasi baik dalam bentuk Perda atau pun perwal tentang larangan LGBT,” tegas Rojak. (AN).

 

About admin

Check Also

Hotel Harris Summarecon Serpong Dibangun 480 Kamar

PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) melaksanakan Ground Breaking pembangunan Harris Hotel Serpong oleh jajaran direksi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *