Home / Peristiwa / Polres Tangsel Tangkap Lima Pelaku Pengeryokan di Malam Tahun Baru

Polres Tangsel Tangkap Lima Pelaku Pengeryokan di Malam Tahun Baru

TANGSEL-Jajaran Reskrim Polres Tangsel berhasil membekuk, lima pelaku pengeroyokan hingga tewas yang terjadi di Jalan Boulevard Bintaro Sektor 9, Pondok Aren, pada saat malam pergantian tahun baru, yang berujung tewasnya korban pengoroyokan tersebut.
Hal itu pun langsung Kapolres Tangsel AKBP Fadli Widiyanto, di halaman Polres Tangsel, Serpong, Tangsel, kemarin. Dengan nenghadirkan para pelaku, dan jga beberapa alat bukti yang digunakan untuk menghabisi nyawakan korban.
AKBP Fadli mengatakan, kelima pelaku yang masing-masing berinisial Alf alias FB (25), Irw alias Iboy, RP alias R (20), ditangkap petugas dari lokasi yang berbeda. Seperti Alf alias FB, dia ditangkap di Sawangan, Depok. Irw alias Iboy di kawasan Kebayoran Lama dan RP alias R diamankan dirumahnya, Pondok Cabe, Pamulang. Sementara dua pelaku lainnya yang masih dibawah umur, yakni RI (17) dan I (16), diantarkan oleh keluarganya ke Polsek Pondok Aren pada Senin (8/1/2017) lalu.
Untuk kronologis pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya korban, bermula pada saat malam pergantian tahun baru, korban dan temannya mendatangi para pelaku yang saat itu berjumlah delapan orang.
“Dari hasil pemeriksaan, korban dan temannya pada saat malam tahun baru, mendatangi para tersangka untuk dimintai uang. Namun karena tersangka tidak punya uang, korban ditawari minuman keras,” paparnya.
Kapolres mengatakan, pada saat ditawari minuman keras oleh pelaku, namun korban tidak mau dan menolak tawaran minuman keras dari pelaku. Selanjutnya, oleh pelaku korban dikeroyok.
“Salah satu dari tersangka yang sudah membawa pisau, kemudian menusuk korban beberapa kali hingga meninggal dunia,” ungkap Kapolres.
Menurut Kapolres, pisau yang digunakan tersangka untuk menusuk korban, sengaja dibawa tersangka dan digunakan untuk berjaga-jaga. Namun begitu, tersangka bisa dikenakan undang-undang darurat bahkan ancaman hukumannya pun akan berat ketika senjata tajam tersebut digunakan untuk menganiaya korban.
“Pisau dibawa dari rumah, keterangannya untuk jaga-jaga. Bisa juga dikenakan undang-undang darurat cuma kan lebih berat ancamannya ketika digunakan untuk membunuh,” terang Kapolres.
Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan satu buah helm merek KYT, topi warna hitam, satu bilah pisau stenlis steel yang masih terdapat bercak darah, tas selempang warna coklat, sebuah jam tangan dan baju planel warna biru dongker motif kotak-kotak putih.
“Pasal yang akan diterapkan kepada tersangka yakni pasal 338 dan pasal 170 KUHP, ancaman maksimal 12 tahun penjara,” tandas Kapolres.
Sementara Alf alias FB, salah satu tersangka pengeroyokan terhadap Taufik, sebelumnya tidak pernah saling mengenal antara satu dengan lainnya. Pada saat kejadian, korban datang berdua bersama rekannya. Ia juga mengaku menusuk korbannya lantaran khilaf dan merasa jengkel karena dimintai uang oleh korban sebesar Rp, 2 ribu akan tetapi, permintaan korban tidak dituruti. (MD)

About admin

Check Also

Papua Chelsea

OLEH DAHLAN ISKAN Begitu ingin saya menulis Papua. Begitu sering saya ke Papua. Dulu. Pun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *