Home / Bisnis / Pokja Wartawan Tangsel Gelar Diskusi Resolusi 2018
Djaka Badranaya pengamat ekonomi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (ujung kanan), Sekdis Pariwisata Kota Tangsel, Agus Budi Darmawan, Pelaku usaha CEO Gaido Grup, Muhammad Hasan Gaido dan Moderator, Firdaus Rahmadi, (ujung kiri).

Pokja Wartawan Tangsel Gelar Diskusi Resolusi 2018

TANGSEL-Penghujung tahun 2017, Pokja Wartawan Harian Kota Tangsel gelar diskusi bertajuk “Resolusi Kota Tangsel 2018; Aman Nyaman Menyenangkan” berlokasi di Banten Resto Pamulang Dua. Diskusi ini terkait kondisi pelaku usaha untuk resolusi satu tehun kedepan.

Sekretaris Dinas Periwisata Kota Tangsel, Agus Budi Darmawan malam itu menyampaikan, untuk membentuk masyarakat sejahtera maka ada lima komponen yang harus saling terkait. Kelimanya satu sama lain menjadi kohesi saling dukung tanpa ada yang terpisah.

“Pertama adalah Pemerintah dan DPR, kedua pengusaha, ketiga para akademisi, dan ke empat adalah masyarakat serta kelima yakni media massa. Jika lima pilar ini tidak bisa bekerjasama tentu tidak akan bisa berjalan dengan baik. Semua harus saling terkait,” kata Agus.

Terlepas dari kondisi ekonomi Tangsel yang tanpa disadari pertumbuhan ekonominya paling tinggi di Banten bahkan nasional. Namun harus juga dilihat potensi dimiliki Tangsel bukan sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia. Sumber daya manusia ini harus dikelola dengan baik jika ingin tetap mempertahankan perdagangan jasa sebagai basis kekuatan Tangsel.

“Pemerintah yang akan terus perkuat SDM malalui kerjasama dengan berbagai pihak, karena jika mengandalkan SDA tikda mungkin dengan lahan yang sempit,” tambah ia.

Sementara itu menurut Pengamat Ekonomi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Djaka Badranaya menyebutkan pemerintah Kota Tangsel harusnya berterima kasih kepada  25 ribu masyarakat kelompok UKM dan IKM. Mengapa karena mereka adalah orang-orang yang sudah memposisikan diri untuk berdikari, berusaha sendiri tanpa mengandalkan pemerintah.

“Pemerintah harusnya berpikiran seperti itu, terima kasih kepada mereka yang telah memilih nasib sendiri tanpa harus dari pemerintah. Indonesia terjebak neoribalisme dimana masyarakat yang memegang kepala mekanisme pasar,” kata Djaka.

Semestinya Pemerintah turut hadir, jika tidak mampu memberikan kesejahteraan pada masyarakat, paling tidak mampu menstabilkan harga-harga pokok. Inilah yang akhirnya berdampak pada produk lokal dengan harga yang jauh lebih mahal dengan produk yang sudah terkenal.

“Pemerintah bertugas menyejahterakan masyaraat jika tidak mampu paling tidak hadir untuk bisa menstabilkan harga. Memikirkan para UKM dan IKM, para Pedagang Kaki Lima,” saran Djaka.

Selain berharap kepada pemerintah, Djaka juga berpesan kepada para pelaku UKM/IKM agar dalam menyusun resolusi harus berkaitan dengan agenda selama satu tahun kebelakang. Resolusi adalah satu harapan yang ingin dicapai berdasarkan langkah-langkah yang sudah dikerjakan.

“Berbicara mikro, harus juga melihat lebih kedalam apa yang sudah dilakukan, keutungan berapa, sudah melakukan apa, dalam aspek pemasaran, permodalan dan lain-lain. Harus berkaca kegiatan selama setahun kebelakang,” tuturnya.

Pelaku usaha, H Muhammad Hasan Gido mengajak kepada pelaku usaha untuk lebih serius dalam menyusun kegiatan selama satu tahun. Dengan mengantungkan cita-cita dan harapan kedepan setidaknya bisa memberikan semangat dan bisa lebih optimis lagi.

“Melalui tema acara ini, aman untuk kepada pelaku usaha, baik itu ikan IKM sampai usaha besar. Nyaman bagaimana peran pemerintah memliki kebijakan kepada investornya. Menyenangkan agar pengusaha tersenyum, dengan demikian bisa merasa untung dan bisa membayar pajak untuk kesejahteraan masyarakat,” harap ia.

Di penghujung acara, perwakilan UKM melakukan tandan tangan untuk pengembangan modal, dan pemasaran. Modal melalui pembiayaan dari salah satu perusahaan milik H Hasan Gaido. Pengembangan pasar, akan dipasarkan ke luar negeri.

“Kami ini melakukan konkrit ada MoU permodalan, kami ingin membantu dengan pengembangan UKM/IKM Tangsel,” sambung ia.

Acara dimoderatori Firdaus Rachmadi, wartawan Respublika. Ketua Pokja Tangsel Sudin Antoro menyatakan, malam pergantian disi dengan kegiatan positif, semoga kegiatan yang dilakukan bisa bermanfaat bagi perkembangan UKM/IKM di Tangsel.

“Malam pergantian diisi dengan kegiatan positif semoga ini banyak memberikan kebermanfaatan satu tahun kedepan dalam dunia usaha di Tangsel sesuai dengan teman anam, nyaman dan menyenangkan,” tuturnya.(admin).

 

About admin

Check Also

Pembunuh Wanita di Legok di Tangkap

Polres Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Satreskrim Polres Tangsel  mengungkap kasus pembunuhan terhadap wanita yang tubuhnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *