Home / Bisnis / Pasca Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok Belum Stabil

Pasca Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok Belum Stabil

 

TANGSEL-Harga bahan pokok di Pasar Ciputat masih tinggi, pasca Natal dan Tahun Baru. Dampkanya penjualan menurun, belum lagi awal tahun biasanya perputaran uang belum stabil.

 

Pantuan di Pasar Ciputat misalnya, Karyanto (35) salah satu pedagang menuturkan harga masih tinggi belum turun menjadi stabil sejak naik Natal dan Tahun Baru. Tidak diketahui penyebab harga masih tinggi karena biasanya harga tinggi saat hari-hari besar saja permintaan meningkat sementara stok menipis.

 

“Sampai saat ini harganya masih tinggi, belum stabil. Entah sampai kapan harga akan normal kembali belum diketahui secara pasti,” tutur Karyanto.

 

Misalnya cabai keriting masih diangka Rp 45 ribu per kilogram, turun Rp 5 ribu dari beberapa hari lalu sebelumnya Rp 50 ribu per kilogram. Harga stabil biasanya di bawah Rp 30 ribu. Harga cabai rawit juga masih mengila, saat tahun baru mencapai Rp 70 ribu per kilogram, turun Rp 10 ribu per kilogram menjadi Rp 60 ribu per kilogram.

 

“Harga capai tidak pernah turun, harganya masih di atas dari harga-harga yang lain. Tidak jauh beda saat Natal dan Tahun Baru. Padahal waktunya sudah lewat,” tambah ia.

 

Harga mengila dialami jengkol per kilonya mencapai Rp 45 ribu per kilogram, harga per kilo dari hari biasa antara Rp 25 ribu paling mahal Rp 35 ribu tapi ini sudah keterlaluan. Dampaknya penjualan per hari dari biasa 10 kilogram habis, dengan harga mahal paling banyak 7 kilogram dirinya menjual jengkol.

 

“Jengkol banyak permintaan buat nasi uduk dan rumah makan seperti warteg dan masakan padang, sejak sepekan ini mulai naik akibatnya pembelian pun banyak yang dikurangi. Saya sebagai pedagang pasar omsetnya turun dari biasanya,” ia menceritakan.

 

Kentang juga masih tinggi bahkan cenderung naik, per kilogram biasa dijual Rp 13 ribu per kilogram, menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Jenis kentang yang paling mahal dari dataran Dieng. Demikian harga bawang putih jenis kating masih diangka Rp 40 ribu per kilogram.

 

“Untuk jenis bawang putih ada yang murah yaitu bawang putih biasa bulat per kilonya diharga Rp 22 ribu per,” merinci.

 

Ujang (27) pedagang telor menjelaskan harganya masih tinggi Rp 26 ribu per kilogram, ini lebih murah dari seminggu lalu di harga Rp 28 kilogram. Harga paling tinggi Rp 28 ribu sejak Natal hingga Tahun Baru, namun setelah lewat hanya turun sebesar Rp 2 ribu rupiah.

 

“Harga telor masih tinggi, hanya turun dua ribu rupiah saja setelah Natal dan tahun baru. Padahal harga biasanya paling tinggi Rp 24 ribu per kilogram,” jelas ia.

 

Alasan mengapa harga tinggi, Ujang menjelaskan saat ini pakan ternak mahal sehingga berdampak pada naiknya harga telor. Tidak dapat diprediksi sampai kapan akan mulai stabil lagi. Yang pasti jika harga pakan harganya stabil maka harga telor ayam juga ikut stabil.

 

“Saat ini sedang sulit pakan ternak ayam lagi mahal berakibat pada kenaikan harga telor ayam. Semoga saja ini akan segear normal. Dengan harga naik biasa per hari lima peti, saat ini menjadi dua peti,” tutur Ujang.

 

Sementara untuk harga minyak curah Rp 12 ribu per liter, harga bula putih Rp 23 ribu per kilogram, tepung teribu Rp 9 ribu per kilogram dan harga beras berkisar Rp 8-9 ribu per kilogram. (AN).

 

TANGSEL-Harga bahan pokok di Pasar Ciputat masih tinggi, pasca Natal dan Tahun Baru. Dampkanya penjualan menurun, belum lagi awal tahun biasanya perputaran uang belum stabil.

 

Pantuan di Pasar Ciputat misalnya, Karyanto (35) salah satu pedagang menuturkan harga masih tinggi belum turun menjadi stabil sejak naik Natal dan Tahun Baru. Tidak diketahui penyebab harga masih tinggi karena biasanya harga tinggi saat hari-hari besar saja permintaan meningkat sementara stok menipis.

 

“Sampai saat ini harganya masih tinggi, belum stabil. Entah sampai kapan harga akan normal kembali belum diketahui secara pasti,” tutur Karyanto.

 

Misalnya cabai keriting masih diangka Rp 45 ribu per kilogram, turun Rp 5 ribu dari beberapa hari lalu sebelumnya Rp 50 ribu per kilogram. Harga stabil biasanya di bawah Rp 30 ribu. Harga cabai rawit juga masih mengila, saat tahun baru mencapai Rp 70 ribu per kilogram, turun Rp 10 ribu per kilogram menjadi Rp 60 ribu per kilogram.

 

“Harga capai tidak pernah turun, harganya masih di atas dari harga-harga yang lain. Tidak jauh beda saat Natal dan Tahun Baru. Padahal waktunya sudah lewat,” tambah ia.

 

Harga mengila dialami jengkol per kilonya mencapai Rp 45 ribu per kilogram, harga per kilo dari hari biasa antara Rp 25 ribu paling mahal Rp 35 ribu tapi ini sudah keterlaluan. Dampaknya penjualan per hari dari biasa 10 kilogram habis, dengan harga mahal paling banyak 7 kilogram dirinya menjual jengkol.

 

“Jengkol banyak permintaan buat nasi uduk dan rumah makan seperti warteg dan masakan padang, sejak sepekan ini mulai naik akibatnya pembelian pun banyak yang dikurangi. Saya sebagai pedagang pasar omsetnya turun dari biasanya,” ia menceritakan.

 

Kentang juga masih tinggi bahkan cenderung naik, per kilogram biasa dijual Rp 13 ribu per kilogram, menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Jenis kentang yang paling mahal dari dataran Dieng. Demikian harga bawang putih jenis kating masih diangka Rp 40 ribu per kilogram.

 

“Untuk jenis bawang putih ada yang murah yaitu bawang putih biasa bulat per kilonya diharga Rp 22 ribu per,” merinci.

 

Ujang (27) pedagang telor menjelaskan harganya masih tinggi Rp 26 ribu per kilogram, ini lebih murah dari seminggu lalu di harga Rp 28 kilogram. Harga paling tinggi Rp 28 ribu sejak Natal hingga Tahun Baru, namun setelah lewat hanya turun sebesar Rp 2 ribu rupiah.

 

“Harga telor masih tinggi, hanya turun dua ribu rupiah saja setelah Natal dan tahun baru. Padahal harga biasanya paling tinggi Rp 24 ribu per kilogram,” jelas ia.

 

Alasan mengapa harga tinggi, Ujang menjelaskan saat ini pakan ternak mahal sehingga berdampak pada naiknya harga telor. Tidak dapat diprediksi sampai kapan akan mulai stabil lagi. Yang pasti jika harga pakan harganya stabil maka harga telor ayam juga ikut stabil.

 

“Saat ini sedang sulit pakan ternak ayam lagi mahal berakibat pada kenaikan harga telor ayam. Semoga saja ini akan segear normal. Dengan harga naik biasa per hari lima peti, saat ini menjadi dua peti,” tutur Ujang.

 

Sementara untuk harga minyak curah Rp 12 ribu per liter, harga bula putih Rp 23 ribu per kilogram, tepung teribu Rp 9 ribu per kilogram dan harga beras berkisar Rp 8-9 ribu per kilogram. (AN).

About admin

Check Also

7 Fotografer Meriahkan Lomba Foto Summarecon Serpong

Summarecon Serpong menghadirkan Pameran Fotografi 7Perempuan 7Rupa “Ekspresi Kebahagiaan di Usia 50+” oleh Fotografer Perempuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *