Home / Politik / Lawan Zaki-Ombi, Aktivis Deklarasikan Kotak Kosong

Lawan Zaki-Ombi, Aktivis Deklarasikan Kotak Kosong

TANGERANG, Deklarasi dan Pengukuhan Aliansi Kotak Kosong dilakukan sekelompok orang di pesisir Pantai Utara Tangerang, tepatnya di Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Dengan mengangkat kepalan tangan kirinya, Aliansi Kotak Kosong pun optimis akan memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Tangerang 2018.

Muhammad Jembar selaku Ketua Aliansi mengatakan, gerakan ini muncul lantaran adanya keprihatinan masyarakat terhadap adanya fenomena kotak kosong di Kabupaten Tangerang. Timbulnya gerakan tersebut didasari akan kecurigaan adanya lobi-lobi politik hingga menyebabkan semua partai berduyun-duyun untuk mendukung petahana.

“Semua partai habis di borong dengan cara yang tidak elegan, disini lah kita berjuang untuk bagaimana masyarakat memilih kotak kosong agar adanya satu perlawanan terhadap demokrasi yang mati di Kabupaten Tangerang ini,” ujarnya, Minggu (14/1).

Gerakan tersebut pun timbul lantaran adanya ketidakpuasan terhadap kepemimpinan petahana selama lima tahun kebelakang. Jembar bahkan mengungkapkan tidak ada program pemerintah yang di rasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita tidak puas dalam segala bentuk kebijakan terhadap pemerintah Kabupaten Tangerang, tidak terbuka terhadap masyarakat, tidak mau mendengar aspirasi masyarakat, masih banyak ketimpangan lagi, termasuk proses pembangunan, tidak transparan dana CSR, hibah, dan penentuan RTRW yang dilakukan Pemda dan DPRD,” ujarnya.

Lanjutnya,  jika hanya ada satu calon yang harus dipilih, hal tersebut hanya menghabiskan anggaran negara. Padahal, dalam satu kali mengadakan Pilkada, ada Milyaran Rupiah uang rakyat yang dihabiskan.

“Harusnya ada batasan khusus yang mengatur tentang tata cara pencalonan dan demokrasi dari dukungan partai, kalau semuanya mendukung dia, begitu mudah untuk melenggang, padahal negara menghabiskan 100 Milyar lebih untuk pilkada, lebih baik dibagikan saja, langsung dilantik saja tidak usah ada pilkada,” ujarnya.

Ia berharap, jika kotak kosong dapat memenangkan pilkada Juni 2018 mendatang, hal tersebut dapat memberi referensi kepada Pemerintah RI dan DPR RI untuk merevisi Undang-undang Pemilu.

“Selain bisa memberikan waktu kepada partai politik untuk menyiapkan kadernya agar bisa maju di Pilkada ulang, ini juga sebagai harapan kita agar pemerintah Pusat dan DPR agar merevisi Undang-undang Pemilukada agar tidak ada lagi kezoliman,” pungkasnya (KRI)

About admin

Check Also

Modal Babi

          Dahlan Iskan   Aneh. Justru Amerika Serikat yang kini blingsatan dengan modal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *