Home / Nasional / Jemput Bola, Pemeriksaan PMKS Digilir Para Medis
Foto. Sekretaris Dinas Sosial Kota Tangsel, Yepi Suherman.

Jemput Bola, Pemeriksaan PMKS Digilir Para Medis

 

TANGSEL-Problem dihadapi Dinas Sosial dalam menangani Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah kesehatan. Maka untuk memudahkan penanganan medis akan bekerja sama dengan puskemas terdekat melalui Dinas Kesehatan.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Tangsel, Yepi Suherman bahwa problem tentang kesehatan cukup mendesak ada solusi. Selama ini memang sudah ada kerjasama dengan Dinas Kesehatan, dan itu sejak lama, tapi perlu ditingkatkan lagi.

“Medis sudah ada kerjasama dengan Dinas Kesehatan, sejak lama tapi kami akan meningkatkan lebih dari yang sekarang ini agar pelayanan medis lebih maksimal,” tuturnya.

Ke depan akan membuat kerjasama bagaimana tim medis dari puskemas sekitar Kecamatan Setu Kota Tangsel bisa saling bergantian datang ke Rumah Singgah di Kademangan, Setu untuk mengecek kesehatan orang-orang yang ditangani Dinsos. Polanya visit per datang di bagi dari puskemas mana tim medis yang akan datang. Demikian hari berikutnya secara bergantian.

“Puskemas yang ada di sektiar Setu dan Serpong cukup banyak nanti kerjasama ngecek kesehatan bergantian tergantung jadwal mereka. Mereka akan mengecek orang gila, wanita jompo dan lain-lain,” tuturnya.

Selama ini yang dilakukan orang jompo di bawa ke RSU atau klinik-puskemas. Namun guna mempermudah membawa orangtua jompo, tim dokter diupayakan datang sendiri, karena saat tengah malam rasanya sulit dilakukan, intinya bagaimana pelayanan pemerintah yang lebih maksimal.

“Sistimnya jemput bola. Jadi pemerintah yang datang, karena membawa wanita jompo diantar ke tempat medis terkadang tidak mudah, kasihan. Lebih mudah jika tim medis datang di rumah singgah,” harap ia.

Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinsos Kota Tangsel, Asep Sopari menjelaskan berakitan dengan ini bahwa ekspetasi masyarakat terhadap rumah singgah posisi akhir tahun 2017 sangat besar, terbukti jika di bandingkan dengan awal tahun 2017 hanya tersedia 4 tempat tidur jarang sekali penuh.

“Namun semenjak kantor pindah dan kami sediakan tempat tidur 16, jumlah yang menggunakan mencapai angka 14. Beragam orang yang datang baik orang dalam gangguan kejiwaan (ODGJ), orang terlantar dan lain-lain dengan kondisi tubuh ada yang lemah dan sakit fisik,” tutur Asep.

Dengan kondisi seperti itu mengakibatkan problem tenaga medis. Untuk itu pihaknya sangat memerlukan tenaga medis bisa datang ke rumah singgah. Karena cukup banyak yang tinggal di rumah singgah akan lebih efektif tim medis yang memang hadir memeriksa.

“Maka kami menerlukan kehadiran tenaga medis yang dapat meneriksa kesehatan penghuni rumah singgah. Tentu tenaga medis yang memiliki kewenangan. Inn shaa alloh kami sudah komunikasi dengan Dinas Kesehatan dan responya sangat positif. Nanti akan ditunjuk dan diatur oleh Dinkes puskemasmas yang mana,” tukas Asep. (AN).

 

 

About admin

Check Also

Hotel Harris Summarecon Serpong Dibangun 480 Kamar

PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) melaksanakan Ground Breaking pembangunan Harris Hotel Serpong oleh jajaran direksi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *