Home / Nasional / Dilarang Gunakan Cantrang, Nelayan Pantura Tangerang Tidak Melaut

Dilarang Gunakan Cantrang, Nelayan Pantura Tangerang Tidak Melaut

TANGERANG-Larangan menangkap ikan dengan menggunakan alat tangkap cantrang oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), berimbas pada penghasilan nelayan.

Akibat larangan itu, nelayan di pesisir Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Tangerang, sudah beberapa hari ini tidak melaut. Lantaran pata nelayan sudah terbiasa dengan penggunaan alat tangkap cantrang.

Terlihat, beberapa kapal nelayan hanya disandarkan saja di dermaga. Dan para nelayan terus berharap agar kebijakan KKP soal alat tangkap cantrang itu diubah.

Salah satu nelayan Pantura Kabupaten Tangerang, Mustofa (70) mengaku sangat kecewa akan kebijakan yang ditetapkan oleh KKP, pasalnya kebijakan tersebut membuat susah para nelayan, lantaran pada umumnya nelayan se-Banten dan Jawa Barat menggunakan alat cantrang untuk mencari ikan di laut.

“Yang tidak boleh menggunakan alat cantrang itu yang bagaimana, apa yang ukuran 30 gras perton keatas, apa yang ukuran 30 gras perton kebawah, kalau pake alat jaring ini sama juga menyusahkan dan menyiksa kami,” katanya, Sabtu (13/1).

Mustofa mengatakan sebelum adanya kebijak dari KKP para nelayan setiap melautnya belum tentu menghasilkan untung yang banyak, karena setiap hari nelayan melaut menghabiskan anggaran kurang-lebih 25 juta rupiah sekali melaut.

“Setiap melaut kami mengeluarkan anggaran 25 juta rupiah, untuk solar saja nelayan bisa menghabiskan 600 liter sampai 800 liter, belum untuk yang lainnya” ujarnya.

Harapan para nelayan yang di inginkan itu, ialah untuk cantrang yang berukuran 30 gras perton kebawah  jangan di larang supaya nelayan bisa melaut dan menghidupi keluarganya.

Anwan, selaku pengepul ikan dari hasil tangkapan para nelayan pun ikut menyuarakan keluhannya, dengan adanya kebijakan yang sudah ditetapkan oleh KKP, sama saja mematikan penghasilan para pengepul ikan. Omzet jadi menurun dan merugi dan imbasnya juga berdampak ke warung-warung.

“Tolong Menteri Kelautan untuk tidak melarang nelayan menggunakan cantrang di bawah 30 gras perton dan permudah soal ijinnya,” pungkasnya. (KRI)

About admin

Check Also

Kemenag Tangsel Desak Masjid Miliki IMB

Kepala Kementerian Agama Kota Tangsel H Abdul Rojak menantang dalam forum DMI untuk mengurus IMB …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *