Home / Nasional / Calon Pengantin Wajib Tes HIV/AIDS, Cegah Penularan Virus Mematikan
foto. net

Calon Pengantin Wajib Tes HIV/AIDS, Cegah Penularan Virus Mematikan

 

TANGSEL-Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kota Tangsel, dukung Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penanggulangan HIV/AIDS yang tengah dibahas oleh DPR. Di dalam draf Raperda terdapat point tentang calon pengantin (Cantin) wajib tes HIV/AIDS.

Kasi Bimas Islam Kemenag Tangsel, H Abdul Rojak sepenuhnya mendukung usulan Raperda tentang Penanggulangan HIV/AIDS guna menyekat potensi penularan di wilayah Tangsel. Salah satu pasal 20 membahas tentang pencegaha penularan HIV/AIDS pada calon pengantin.

“Ayat satu di sini disebutkan setiap calon penganti wajib mendapatkan konseling HIV/AIDS pra nikah dari konselor di Kantor Urusan Agama Perangkat Daerah yang membidangi kependudukan dan pencatatan sipil dan Majelis Agama lainnya,” Rojak menjelaskan pasal 20 poin 1.

Ayat 2 setiap konselor sebagaimana dimaksud pada ayat 1 merujuk calon pengantin ke puskemas untuk dilakukan tes HIV/AIDS. Pada ayat setiap calon pengatin dirujuk ke puskemas untuk tes HIV/AIDS.

“Adapun pada pasal 4 dijelaskan ketentuan lebih lanjut mengani pelaksanaan konseling HIV/AIDS sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diatur pada perturan walikota,” jelas ia.

 

Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Tangsel, H Abdul Rojak

 

Langkah ini, upaya konkrit dalam memutus penyebaran virus mematikan. Jangan sampai penularan dibiarkan tidak ada pembatasan. Melakukan pembatasan atau memutus mata rantai tentu banyak cara salah satunya bimbingan calon pengantin, dengan harapan mereka mengetahui masing-masing calon pengantin apakah di antara salah satu terinveksi HIV/AIDS.

“Caca memutus mata rantai dengan melakukan tes di puskemas. Ini bukan menakut-nakuti bagi calon pengantin, tapi lebih pada pengawasan dan pencegahan, lebih baik mencegah dari pada mengobati, itu semboyan yang kerap kali kita dengar dari tim medis,” sambungnya.

Meski selama ini, calon pengantin juga mendapatkan konseling sebelum melanjutkan ke akad pernikahan, namun konseling tambahan ini berbeda. Ini lebih pada pengecekan HIV/ADIS, tentu semakin banyak pengawasan akan semakin bagus, karena tujuan semua itu kembali kepada masyarakat.

“Berbeda, ini khusus untuk mengetahui apakah si Catin sudah melakukan hubungan di luar nikah/zina atau gonta ganti pasangan sehingga terjangkit penyakit HIV/AIDS dan merugikan pasangan nya kalau si Catin punya penyakit HIV/AIDS segera dilakukan langkah,” tambah ia.

Tentu langkah medis apabila ada salah Cantin terkena inveksi tugas medis akan melakukan pengobatan. Mekanismnya akan diatur dengan serapi mungkin supaya identitas tidak tersebar di luar. “Raperda ini hanya melakukan Test HIV/AIDS bagi para Cantin nanti hasilnya kalau positif terserang HIV/AIDS akan dilakukan pengobatan berkelanjutan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tangsel Andi Cut Muthia, perwakilan fraksi mengatakan, fenomena terhadap longgarnya ikatan keluarga di masyarakat, membuat anggota keluarga, terutama anak, menjadi rentan terjerumus dalam perilaku melanggar norma, agama, dan hukum.

“Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu dampak dari longgarnya ikatan keluarga. Nah, salah satu risiko dari pemakaian narkoba adalah tertularnya virus HIV dan AIDS, melalui jarum suntik yang digunakan secara bergantian dan seks bebas,” ujarnya.

Menurut perempuan yang juga Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang Selatan ini, jika ketahanan keluarga melemah, maka anggota keluarga, terutama anak sebagai penerus keluarga, akan menjadi sasaran empuk jaringan narkoba internasional.

“Dari berbagai sumber data dan informasi yang mudah kita dapatkan, negeri tercinta Indonesia ini sudah disebut sebagai jalur internasional peredaran narkoba. Bayangkan jika kalangan artis dan pablik figur yang menjadi idola anak muda terjerat narkoba. Bagaimana masa depan anak-anak kita jika kita diam saja?” tuturnya. (AN).

 

 

About admin

Check Also

Murid TK di Tangerang Ikuti Manasik Haji di TPA An Nahl BSD

Sebanyak 375 murid TK dari berbagai sekolah di Kabupaten Tangerang, Tangerang dan Tangsel mengenakan pakaian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *